Senin, 04 Maret 2013

Kasus Korupsi Bagai Buku Tua yang Terselip

Korupsi bagai buku tua yang terselip
Suatu ketika disaat memerlukan sebuah referensi dalam merumuskan atau memecahkan suatu masalah terkadang terbentur oleh satu hal, yaitu: dari mana refferensi itu didapat setelah tahu pokok permasalahan dirumuskan? Hal sepele sebagai contoh adalah bila kita terbentur dengan satu kata yang tidak diketahui arti dan  maknanya. Lantas langkah yang pasti diambil adalah mencari refferensi apa yang dapat menjelaskan arti dan makna yang tidak diketahui itu dari buku, browsing atau sejenisnya. Tanpa sadar setelah sekian waktu bingung dan tidak juga menemui arti dan makna yang dicari, ternyata ada di sebuah buku tua usang lecek terselip dan tertindih diantara rongsokan. Lalu, bagaimana bla dihubungkan dengan kasus korupsi di Indonesia ini? Apakah kasus korupsi bagai buku tua yang terselip juga?
Bila melihat kenyataan yang terjadi di Indonesia ini, kasus korupsi sepertinya tidak beda dengan buku tua yang terselip. Kasus korupsi di Indonesia tidak pernah hanya sebatas judul, kulit dan daftar isi. Kasus korupsi di Indonesia ini persis sekali dengan sebuah buku, mulai dari judul, cover, daftar isi dan sebagainya. Tidak pernah dan mungkin tidak akan mampu seseorang melakukan korupsi itu secara perseorangan atau single, semua bisa terjadi bila terbentuk lingkaran yang memiliki jaringan-jaringan.
Disaat melakukan korupsi, mereka para koruptor memliki target yang berupa judul proyek atau apalah yang bernilai duit. Dari situ si koruptor akan membuat suatu catatan-catatan penting, bisa berupa strategi dan  jaringan. Setelah  si koruptor memperoleh jaringan dan strategi, tentu mereka semua akan berembuk menyamakan suara sebelum melakukan tindakan korupsi. Barulah kemudian dengan saling pengertian dan kesepahaman, tindakan korupsi akan dilakukan dan biasanya berhasiil dengan baik dan lancar.
Tindakan korupsi yang dilakukan oleh koruptor-koruptor itu akan berjalan dengan mulus, alias aman-aman saja. Bisa jadi tidak akan pernah terbongkar hingga satu-per satu dari koruptor itu dimasukan kedalam tanah. Bila yang dilakukan koruptor-koruptor itu bertahan dalam waktu yang panjang, bisa diartikan mereka telah berhasil dalam membangun jaringan dan strategi kesepahaman sempurna. Kasus korupsi yang mereka lakukan tidak pernah terdengar, apalagi tercium. Kasus korupsi itu begitu tertata bagai buku, yang kemudian buku itu terselip dan memnag diselipkan tanpa seorang pun tahu bahwa itu adalah kasus korupsi.
Lantas apa hubungannya buku dengan para koruptor di Indonesia yang terjerat oleh KPK? Apa mereka tidak seperti pelaku koruptor yang berhasil hingga keliang lahat? Jadi apa sebabnya mereka bisa terjerat KPK? Menurut saya bila dikaitkan dengan 'kasus korupsi bagai buku tua yang terselip' ada dua alasan, pertama salah dalam membuat strategi jaringan kesepahaman dan kedua KPK semakin banyak memerlukan refferensi 'sosok koruptor' yang harus dijerat.
Sebenarnya kesalahan strategi bukan hal baru sebagai sumber kegagalan dalam bidang apapun, entah itu bisnis, hukum, politik atau hanya sekelompok 'grup paduan suara'. Pada awalnya, sebuah grup paduan suara pasti dibentuk oleh kemampuan masing-masing dalam bernyanyi. Artinya masing-masing personal itu memiliki apa yang dibutuhkan oleh paduan suara tersebut, lalu mereka berlatih dan berlatih dengan dukungan pelatih paduan suara. Dihari H disaat lomba panduan suara, tiba-tiba paduan suara tersebut kalah hanya karena suara sumbang dari satu anggotanya  pada satu bait lagu yang dinyanyikan. Hanya karena ulah satu anggota yang bernyanyi sumbang, satu paduan suara itu menerima akibatnya. Berarti ada yang salah pada paduan suara ini, yaitu salah memilih anggota yang seirama dan diinginkan oleh panitia lomba.
Bagaimana bila hal diatas dikaitkan dengan kasus korupsi? Begini, kasus korupsi yang terjadi di Indonesia ini tidak pernah akan terungkap bila tidak ada 'nyanyian sumbang', seperti nada ' bos besar', si A atau si B. Satu kena akan membuat KPK semakin butuh referensi pelaku lainnya. Hanya karena satu pelaku kasus korupsi yang terjerat, bisa dipastikan akan ada dua, tiga, atau lebih lingkaran atau jaringan akan ditelurusi oelah KPK. Situasi ini tergantung kekuatan dan tingkat kesepahaman dari si koruptor pada jaringannya. Apabila si koruptor yang terjerat itu kuat ya pastinya anggota lain akan aman-aman saja, kasus korupsi bisa terputus sebatas pelaku korupsi yang terjerat itu. Tapi, bila si pelaku kasus korupsi itu orang yang tidak bisa dipercaya dan plin-plan pada jaringannya, sudah bisa dipastikan nyanyian akan keluar dan menyerert anggota dalam jaringannya itu.
Nyanyian sumbang ini bisa saja akibat ketidakpuasan atau desakan, tapi yang jelas kasus korupsi yang menjerat jenis pelaku korupsi seperti ini dipastikan akan menghasilkan atau mungkin bisa dijadikan alat penjerat bagi pelaku korupsi dilingkarannya. Disinilah letak kesalahan strategi dari para pelaku korupsi yang terbongkar secara berjamaah, mereka salah memilih dan membuat lingkaran. Mereka salah dalam merumuskan judul, salah dalam membuat rumusan dan lain sebagainya. Ibarat buku, mereka pelaku korupsi itu adalah buku menarik yang harus dibaca, karena banyak menimbulkan pertanyaan bagi calon pembacanya, khususnya KPK.
Satu hal lain adalah kesalahan strategi pada waktu dan tempat, sehingga tanpa sadar sebenarnya ada jaringan lain yang telah mengetahui gerakan dan tindakan-tindakan korupsinya. Nah, untuk tujuan tertentu buku-buku yang sebenarnya telah tertata dengan teratur akan terbuka dan terbaca oleh KPK. Apakah KPK itu tahu isi buku jaringan korupsi tanpa adanya rujukan? Jawabannya tidak, KPK akan membuka lembar demi lembar buku kasus korupsi bila memang buku itu ditemukan atau dilaporkan.
Satu kasus korupsi terungkap, maka KPK telah memiliki dan mendapat rumusan permasalahan baru yang harus dibahas dan dipecahkan hingga tuntas. Kasus korupsi terungkap pastinya bukan terjadi begitu saja, umumnya keterungkapan kasus korupsi itu memiliki sumber. Umumnya kasus korupsi itu terungkap bila ada laporan. Tanpa laporan, KPK atau  hukum lainnya tidak akan pernah menjerat pelaku korupsi. Satu laporan berarti satu bahan yang harus dianalisis, maka tidak tertutup kemungkin dari seorang pelaku kasus korupsi yang terjerat KPK akan membuahkan pelaku-pelaku lainnya. Buah ini akan semakin banyak, bila buku tua yang terselip itu terbaca oleh KPK.
Kasus korupsi itu bagai buku tua yang 'terselip', buku ini akan terbuka bila pelaku merasa ada ketidakadilan, penghianatan dan kezhaliman pada pemiliknya. Inilah kenyataan di Indonesia, kasus korupsi tidak pernah terungkap bila 'buku' tidak pernah dibuka. Bahkan kalau bisa, kasus korupsi itu dijadikan buku tua yang sengaja disembunyikan dan tetap tersembunyi. Buku ini sangat penting bagi pemiliknya, karena bila suatu saat satu atau dua dari jaringan kesepahamannya berganti arah atau berlawanan, buku ini akan bermanfaat untuk sama-sama merasakan akibat yang dirasakan oleh pemilik buku. 
Bila pemilik buku aman-aman saja, pastinya buku dibiarkan tersimpan, kotor dan berdebu tanpa perlu dibaca. Inilah kenyataan yang terjadi pada kasus-kasus korupsi yang terungkap di Indonesia oleh KPK. Untuk contoh kasus mungkin bisa dirujuk pada kasus korupsi M. Nazaruddin yang membuka buku berupa nyanyian penjerat Angie, AAM dan sederet lainnya. Anas pun akan membuka buku yang telah lama disimpan, mungkin untuk jaga-jaga dan sekarang dibuka karena dirinya dizhalimi. Kalau tidak ya buku itu akan lapuk dengan sendirinya.

Masalah Korupsi di Indonesia

Permasalahan korupsi di Indonesia sudah sangat parah, bukan hanya di kalangan pejabat pemerintahan namun sampai ke tingkat masyarakat dasar dengan kelas kelas yang berbeda tentunya. Sampai ke tingkat masyarakat dasar!?? Iya! Coba saja introspeksi diri masing masing, pernahkah kita melakukan korupsi (apapun bentuknya). Tanyakan kepada diri sendiri dan jawab sendiri, karena jika melibatkan orang lain pasti akan tidak jujur.



Kebanyakan dari kita mencaci, memaki, mengutuk pejabat kita yang melakukan korupsi, namun apakah kita pernah berpikir bahwa diri kita sudah bersih? Mungkin kita membela diri karena korupsi yang kita lakukan sedikit, tidak ada apa apanya dibandingkan dengan para pejabat. Ya! itu karena kesempatan yang datang kepada kita sedikit, bagaimana jika kita yang memiliki kesempatan sama seperti para pejabat? mungkin kita bisa lebih parah lagi. Mungkin kita menyangkal dan mengatakan "Akh tidak mungkin, niat saya baik dan tulus". Tapi apakah kita bisa konsisten dengan niat baik tersebut? karena kata bang Napi "Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat, namun juga karena ada kesempatan. Waspadalah!!!"

Ini pendapatku, apa pendapatmu?

MASALAH KORUPSI DI INDONESIA DAN SOLUSINYA

Ada sedikit sejarah tentang korupsi,korupsi sudah berlangsung lama, sejak zaman Mesir Kuno, Babilonia, Roma
sampai abad pertengahan dan sampai sekarang. Korupsi terjadi diberbagai negara,
tak terkecuali di negara-negara maju sekalipun. Di negara Amerika Serikat sendiri
yang sudah begitu maju masih ada praktek-praktek korupsi. Sebaliknya, pada
masyarakat yang primitif dimana ikatan-ikatan sosial masih sangat kuat dan kontrol
sosial yang efektif, korupsi relatif jarang terjadi. Tetapi dengan semakin
berkembangnya sektor ekonomi dan politik serta semakin majunya usaha-usaha
pembangunan dengan pembukaan-pembukaan sumber alam yang baru, maka
semakin kuat dorongan individu terutama di kalangan pegawai negari untuk
melakukan praktek korupsi dan usaha-usaha penggelapan.
Korupsi dimulai dengan semakin mendesaknya usaha-usaha pembangunan
yang diinginkan, sedangkan proses birokrasi relaif lambat, sehingga setiap orang
atau badan menginginkan jalan pintas yang cepat dengan memberikan imbalanimbalan
dengan cara memberikan uang pelicin (uang sogok).
Akhir-akhir ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan publik,
terutama dalam media massa baik lokal maupun nasional. Akan tetapi walau bagaimanapun korupsi ini merugikan negara dan dapat merusak kepemerintahan.
Menurut saya pribadi korupsi ini seperti parasit didalam kepemerintahan yang merusak struktur
pemerintahan, dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan
pembangunan.
 Korupsi sangat sulit untuk dihilangkan bahkan hampir tidak mungkin dapat
diberantas, oleh karena itu sangat sulit memberikan pembuktian-pembuktian yang
eksak.Disamping itu sangat sulit mendeteksinya dengan dasar-dasar hukum yang
pasti.
Pemerintah harus selalu waspada dalam menangulangi permasalahan ini.
Korupsi adalah produk dari sikap hidup satu kelompok masyarakat yang
memakai uang sebagai standard kebenaran dan sebagai kekuasaaan mutlak.
Sebagai akibatnya, kaum koruptor yang kaya raya dan para politisi korup yang
berkelebihan uang bisa masuk ke dalam golongan elit yang berkuasa dan sangat
dihormati. Mereka ini juga akan menduduki status sosial yang tinggi dimata
masyarakat.
Akibat-akibat dari korupsi antara lain Pemborosan sumber-sumber, gangguan terhadap penanaman
modal, bantuan yang lenyap,ketidakstabilan, revolusi sosial, pengambilan alih kekuasaan oleh militer,
menimbulkan ketimpangan sosial budaya,pengurangan kemampuan aparatur pemerintah, pengurangan kapasitas
administrasi, hilangnya kewibawaan administrasi.
Upaya dalam menanggulanginnya,Membenarkan transaksi yang dahulunya dilarang dengan menentukan sejumlah
pembayaran tertentu, Membuat struktur baru yang mendasarkan bagaimana keputusan dibuat,Bagaimana dorongan untuk korupsi dapat dikurangi dengan jalan meningkatkan ancaman kepada yang bersangkutan.
saran menurut pribadi:disarankan pemerintah harus bersikap lebih menghargai rakyat saat berada dibawah berjanji akan membawah kepemerintahan yang lebih baik,setelah diatas seakan janji itu sampah dengan begitu mudahnya dibuang.

Masalah Pendidikan di Indonesia dan Solusinya

Hingga saat ini masalah pendidikan masih menjadi perhatian khusus oleh pemerintah, pasalnya indeks pembangunan pendidikan untuk semua atau education for all (EFA) di indonesia menurun tiap tahunnya tahun 2011 indonesia berada di peringkat dari 127 negara dan merosot dibandingkan tahun 2010 yang berada pada posisi 65 indeks yang dikeluarkan pada tahun 2011 oleh UNESCO ini lebih rendah di bandingkan Brunei Darussalam (34) serta terpaut Malaysia (65). Salah satu penyebab rendahnya indeks pembangunan pendidikan adalah tingginya anak jumlah anak putus sekolah, sedikitnya setengah juta anak usia sekolah dasar (SD) dan 200 ribu anak usia sekolah menengah pertama (SMP) tidak dapat melanjutkan pendidikan . data pendidkan juga menyebutkan 1,3 juta anak usia 7-15 tahun terancam putus sekolah. Bahkan laporan Departemen pendidikan dan kebudayaan menunjukan bahwa setiap menit ada empat anak putus sekolah.
Indonesia mengalami masalah pendidikan yang komplek. Selain angka putus sekolah, pendidkan di indonesia juga menghadapi berbagai masalah lain, mulai dari buruknya insyruktur hingga kurangnnya mutu guru, msalah utama pendidikan di indonesia adalah kualitas guru yang masih rendah, kualitas kurikulum yang belum standar dan kualitas struktur yang memadai. Dalam dunia pendidikan guru menduduki posisi tertinggi dalam hal penyampaian informasi dan pengembangan karakter memngingat guru melakukan interaksi langsung dengan peserta didik dalam pembelajaran di ruang kelas. Disinilah kualitas pendidikan terbentuk dimna kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru ditentukan oleh kualitas guru yang bersangkutan.
Untuk membantu mengatasi masalah pendidikan dibutuhkan adanya lembaga yang membantu pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, menjalin kerja sama untuk memperoleh dana pendidikan dan menggalang dukungan untuk pendidikan yang lebih baik. Lembaga kerja sama tersebut bekerja sama dengan pemerintah, pihak swasta, dan kelompok masyarakat untuk bersama-sama memperbaiki kualitas pendidikan di indonesia mengingat tanggung jawab merupakan tanggung jawab bersama.

Beberapa Masalah Ekonomi di Indonesia


Masalah Ekonomi di Indonesia - Siapa sih yang tidak tahu bahwa negara kita, Indonesia ini adalah termasuk negara yang kaya? Terutama kaya akan sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara lain. Tapi sayangnya pemanfaatan sumber daya alam Indonesia belum maksimal. Parahnya lagi adalah orang asing yang berhasil mengeruk kekayaan alam kita. Itu baru satu contoh permasalahan ekonomi Indonesia yang muncul kepermukaan. Tidak hanya itu, masih ada beberapa permasalahan lagi yang membuat ekonomi Indonesia agak lambat untuk berkembang.

Beberapa Masalah Ekonomi di Indonesia

1. Tingginya Jumlah Pengangguran.
Dari tahun ke tahun, masalah jumlah pengangguran di Indonesia kian bertambah. Belum ada solusi yang jitu untuk mengatasi tingginya angka pengangguran sampai saat ini. Pengadaan lapangan kerja saja dirasa tidak cukup untuk menekan angka pengangguran di negara kita.

2. Tingginya Biaya Produksi
Sudah menjadi rahasia umum di dunia industri di negara kita ini bahwa selain biaya produksi cukup tinggi belum lagi ditambah dengan biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan. Namun karena faktor keamanan di negara kita masih sangat minim dan ketidakmampuan pemerintah untuk mendukung dan melindungi sektor industri, akibatnya terdapat banyak pungutan-pungutan liar yang bahkan akhir-akhir ini dilakukan dengan terang-terangan.

Hal ini yang juga akhirnya menjadikan biaya produksi semakin meningkat. Parahnya lagi, belum ada solusi pasti untuk masalah  ini. Bahkan beberapa industri yang dinilai cukup bagus akhirnya bangkrut dan lebih memilih untuk beralih menjadi importir yang hanya cukup menyediakan gudang dan beberapa pekerja saja dibanding dengan mendirikan sebuah industri baru. Ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengatasi masalah ini dan masalah ekonomi di indonesia lainnya.

Masalah Ekonomi di Indonesia Lainnya :

3. Keputusan Pemerintah Yang Kurang Tepat
Kita semua tahu bahwa beberapa tahun belakangan ini sangat marak sekali peredaran barang-barang dari China di negara kita, bukan? Nah, penyebabnya adalah keputusan pemerintah dalam hal regulasi ekonomi yang dirasa kurang tepat jika dilihat dari kondisi perekomomian Indonesia.

Di saat itu pemerintah memutuskan untuk bergabung dalam ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA). Akhirnya terjadilah seperti yang kita rasakan sekarang ini. Produk lokal nyaris kalah dengan produk yang berasal dari China.

4. Bahan Kebutuhan Pokok Masih Langka
Langkanya bahan kebutuhan pokok adalah salah satu masalah serius yang menimpa kondisi ekonomi indonesia. Masalah ini akan sangat terasa sekali di saat menjelang perayaan hari-hari besar seperti hari raya idul fitri, natal, dan hari-hari besar lainnya.

Meskipun pemerintah terkadang melakukan razia pasar untuk terjun langsung melihat penyebab langkanya bahan kebutuhan pokok, namun tindakan ini dirasa masih jauh dari menyelesaikan masalah langkanya kebutuhan pokok itu sendiri.

5. Suku Buka Perbankan Terlalu Tinggi
Perlu anda ketahui bahwa salah satu indikator untuk menentukan baik atau tidaknya kondisi perekonomian di suatu negara adalah suku bunga. Semakin tinggi atau semakin rendahnya suku bunga perbankan di suatu negara, maka akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi di negara tersebut. Nah, untuk suku bunga perbankan di Indonesia masih dinilai terlalu tinggi sehingga masih perlu perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

6. Nilai Inflasi Semakin Tinggi
Selain suku bunga perbankan, satu hal lagi yang juga mempengaruhi kondisi ekonomi di suatu negara adalah nilai inflasi. Di Indonesia, nilai inflasi dinilai nyaris cukup sensitif. Bahkan hanya gara-gara harga sembako dipasaran tinggi, maka nilai inflasi juga terpengaruh. Akibat dari tingginya nilai inflasi di negara kita ini, maka akan bermunculan masalah-masalah ekonomi Indonesia yang lain.

10 Permasalahan Utama Bangsa Indonesia Tahun 2012

Perhelatan panjang hidup manusia selama tahun 2012 kini telah berakhir. Banyak permasalahan pelik dan suka duka seluruh bangsa ini tercoreng dalam catatan buku harian bangsa ini. Baik berupa korupsi, kemiskinan, pengangguran, kelaparan dan lainnya tampak mewarnai kehidupan sehari-hari. Demikian juga krisis politik mungkin dikatakan telah menjadi bagian dari itu semua. Sesaat mulai meninggalkan tanggal 31 Desember 2009 itu adalah nafas terakhir di tahun ini, Bisa dilihat mulai malam itu ketika detik terakhir menjelang pukul 24.00. dengan pesta-pora seluruh masyarakat baik dari berbagai kalangan tumpah ruah untuk merayakan tahun baru. Inikah bangsa indonesia, sebagai bangsa yang selalu lupa akan penderitaan panjang dan tersistem. Seolah ritualitas akhir tahun ini mencairkan permasalahan ekonomi, politis sosial dan budaya bangsa ini.
Di akhir tahun 2012 ini terdapat 10 besar masalah bangsa selama tahun 2012 yang patut direnungkan oleh semua pihak. Perenungan itu ada di dalam diri sendiri  dan di lingkungan keluarga. Adakah masalah tersebut juga ada di dalam lingkup terkecil itu. Bila tidak ada baru bisa melangkah permasalahan ada di lingkungan kita. Bila masalah korupsi, kebihongan dan kekerasan pada lingkungan maka sebaiknya sebelum nya kita wajib introspeksi diri sendiri, sebelum berkoar-koar di luar sana dalam bentuk opni, demonstrasi dan kegiatan hura-hura seremonial lainnya.
Sepuluh  besar permasalahan bangsa ini disusun oleh Koran Anak Indonesia berdasarkan besarnya perhatian masyarakat dan besarnya dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat dan bangsa ini. Besarnya perhatian masyarakat diukur dari kualitas dan kuantitas masalah tersebut diungkapkan oleh media masa cetak atau elektronik dan perbincangan hangat masyarakat dalam kehidupan sehari hari.
10 BESAR PERMASALAHAN BANGSA INDONESIA DI TAHUN 2009 VERSI KORAN ANAK INDONESIA
  1. Korupsi sebagai penyakit bangsa yang belum teratasi
  2. Ketidak Percayaan masyarakat terhadap Lembaga peradilan dan Penegak hukum
  3. Krisis ketidakpercayaan dan demoralisasi pada politikus di DPR
  4. Buruknya sistem birokrasi di pemerintahan mulai dari level paling bawah hingga ke atas
  5. Hancurnya Perekonomian Global yang sedikit berimbas pada perekonomian bangsa
  6. Permasalahan Korupsi Nazarudin dan beberapa elit Partai demokrat
  7. Masalah NARKOBA yang mengancam generasi produktif bangsa ini
  8. Angka Kemiskinan dan pengangguran yang masih besar
  9. Masalah kesejahteraan dan kesehatan yang masih mengancam khususnya HIV AIDS, malnutrisi (kurang gizi) dan kesehatan ibu dan anak
  10. Kekerasan dan pengabaian hak terhadap kaum lemah khususnya anak, perempuan dan kaum miskin
Semoga dengan teridentifikasinya permaslahan besar bangsa ini dapat dijadikan renungan semua pihak bahwa manusia Indonesia harus bersatu padu untuk memperbaiki dan menghadapi masalah itu. Memperbaiki dan mengatasi masalah  besar bangsa itu bukan dengan saling menyalahkan dan jangan mengganggap diri sendiri paling benar dan paling bersih. Introspeksi harus dilakukan pada diri sendiri. Apakah selama ini moral, etika dan etiket yang ada pada diri kita selama ini sudah berjalan sesuai dengan jalan agama dan aturan hukum yang benar.
Semoga masalah bangsa ini dapat terselesaikan dan tidak diperkeruh oleh kepentingan indvidu setiap manusia. Permasalahan bangsa ini sering diperkeruh oleh kepentingan bisnis media masa dalam menyampaikan berita. Kekacauan akan bertambah rumit karena diperburuk oleh kepentingan partai dan individu para politikus dalam berperilaku politik. Seharusnya semua tindak dan pikir yang dilakukan siapapun dalam mengentaskan permasalahan bangsa itu seharus dilakukan sikap iklas  tanpa pamrih demi kebaikan sesama umat manusia di muka bumi Indonesia ini.

sumber :  http://demokrasiindonesia.wordpress.com/2012/07/20/10-permasalahan-utama-bangsa-indonesia-tahun-2012/

Masalah di Indonesia

Indonesia sebagai negara yang baru merdeka 50 tahun masih memiliki banyak masalah-masalah dasar mengenai integritas, pemerintahan, suku-bangsa, agama, dll. Artikel ini membicarakan sebagian masalah-masalah besar yang dihadapi Indonesia.
  • Aceh: merupakan kesultanan sejak beratus tahun sebelum kolonisasi. Pada saat kemerdekaan dia dijanjikan otonomi. Dan sejak itu grup militan memperjuangkannya, terutama GAM. Namun pada 2005 telah disepakati perjanjian damai.
  • Jakarta: Permasalahan etnis, yang pecah pada Mei 1998 yang mengakibatkan ribuan orang meninggal dan pengrusakan komunitas etnis Tionghoa.
  • Kalimantan: Permasalahan transmigrasi pada 1998
  • Bali: Pengeboman oleh para teroris, pada 2002 dan 2005.
  • Maluku: Bentrok antar-agama pada 2001 menyebabkan ratusan kematian
  • Ambon: Bentrok antar-agama sejak 1999 telah menyebabkan ribuan kematian
  • Timor Timur: Peperangan rakyat dengan pemerintah menyebabkan puluhan ribu tewas, yang menuju ke kemerdekaan Timor Timur pada 1999
  • Irian Jaya: Gerakan yang menginginkan kemerdekaan Irian Jaya.