Senin, 04 Maret 2013

Masalah Pendidikan di Indonesia dan Solusinya

Hingga saat ini masalah pendidikan masih menjadi perhatian khusus oleh pemerintah, pasalnya indeks pembangunan pendidikan untuk semua atau education for all (EFA) di indonesia menurun tiap tahunnya tahun 2011 indonesia berada di peringkat dari 127 negara dan merosot dibandingkan tahun 2010 yang berada pada posisi 65 indeks yang dikeluarkan pada tahun 2011 oleh UNESCO ini lebih rendah di bandingkan Brunei Darussalam (34) serta terpaut Malaysia (65). Salah satu penyebab rendahnya indeks pembangunan pendidikan adalah tingginya anak jumlah anak putus sekolah, sedikitnya setengah juta anak usia sekolah dasar (SD) dan 200 ribu anak usia sekolah menengah pertama (SMP) tidak dapat melanjutkan pendidikan . data pendidkan juga menyebutkan 1,3 juta anak usia 7-15 tahun terancam putus sekolah. Bahkan laporan Departemen pendidikan dan kebudayaan menunjukan bahwa setiap menit ada empat anak putus sekolah.
Indonesia mengalami masalah pendidikan yang komplek. Selain angka putus sekolah, pendidkan di indonesia juga menghadapi berbagai masalah lain, mulai dari buruknya insyruktur hingga kurangnnya mutu guru, msalah utama pendidikan di indonesia adalah kualitas guru yang masih rendah, kualitas kurikulum yang belum standar dan kualitas struktur yang memadai. Dalam dunia pendidikan guru menduduki posisi tertinggi dalam hal penyampaian informasi dan pengembangan karakter memngingat guru melakukan interaksi langsung dengan peserta didik dalam pembelajaran di ruang kelas. Disinilah kualitas pendidikan terbentuk dimna kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru ditentukan oleh kualitas guru yang bersangkutan.
Untuk membantu mengatasi masalah pendidikan dibutuhkan adanya lembaga yang membantu pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, menjalin kerja sama untuk memperoleh dana pendidikan dan menggalang dukungan untuk pendidikan yang lebih baik. Lembaga kerja sama tersebut bekerja sama dengan pemerintah, pihak swasta, dan kelompok masyarakat untuk bersama-sama memperbaiki kualitas pendidikan di indonesia mengingat tanggung jawab merupakan tanggung jawab bersama.

Beberapa Masalah Ekonomi di Indonesia


Masalah Ekonomi di Indonesia - Siapa sih yang tidak tahu bahwa negara kita, Indonesia ini adalah termasuk negara yang kaya? Terutama kaya akan sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara lain. Tapi sayangnya pemanfaatan sumber daya alam Indonesia belum maksimal. Parahnya lagi adalah orang asing yang berhasil mengeruk kekayaan alam kita. Itu baru satu contoh permasalahan ekonomi Indonesia yang muncul kepermukaan. Tidak hanya itu, masih ada beberapa permasalahan lagi yang membuat ekonomi Indonesia agak lambat untuk berkembang.

Beberapa Masalah Ekonomi di Indonesia

1. Tingginya Jumlah Pengangguran.
Dari tahun ke tahun, masalah jumlah pengangguran di Indonesia kian bertambah. Belum ada solusi yang jitu untuk mengatasi tingginya angka pengangguran sampai saat ini. Pengadaan lapangan kerja saja dirasa tidak cukup untuk menekan angka pengangguran di negara kita.

2. Tingginya Biaya Produksi
Sudah menjadi rahasia umum di dunia industri di negara kita ini bahwa selain biaya produksi cukup tinggi belum lagi ditambah dengan biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan. Namun karena faktor keamanan di negara kita masih sangat minim dan ketidakmampuan pemerintah untuk mendukung dan melindungi sektor industri, akibatnya terdapat banyak pungutan-pungutan liar yang bahkan akhir-akhir ini dilakukan dengan terang-terangan.

Hal ini yang juga akhirnya menjadikan biaya produksi semakin meningkat. Parahnya lagi, belum ada solusi pasti untuk masalah  ini. Bahkan beberapa industri yang dinilai cukup bagus akhirnya bangkrut dan lebih memilih untuk beralih menjadi importir yang hanya cukup menyediakan gudang dan beberapa pekerja saja dibanding dengan mendirikan sebuah industri baru. Ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengatasi masalah ini dan masalah ekonomi di indonesia lainnya.

Masalah Ekonomi di Indonesia Lainnya :

3. Keputusan Pemerintah Yang Kurang Tepat
Kita semua tahu bahwa beberapa tahun belakangan ini sangat marak sekali peredaran barang-barang dari China di negara kita, bukan? Nah, penyebabnya adalah keputusan pemerintah dalam hal regulasi ekonomi yang dirasa kurang tepat jika dilihat dari kondisi perekomomian Indonesia.

Di saat itu pemerintah memutuskan untuk bergabung dalam ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA). Akhirnya terjadilah seperti yang kita rasakan sekarang ini. Produk lokal nyaris kalah dengan produk yang berasal dari China.

4. Bahan Kebutuhan Pokok Masih Langka
Langkanya bahan kebutuhan pokok adalah salah satu masalah serius yang menimpa kondisi ekonomi indonesia. Masalah ini akan sangat terasa sekali di saat menjelang perayaan hari-hari besar seperti hari raya idul fitri, natal, dan hari-hari besar lainnya.

Meskipun pemerintah terkadang melakukan razia pasar untuk terjun langsung melihat penyebab langkanya bahan kebutuhan pokok, namun tindakan ini dirasa masih jauh dari menyelesaikan masalah langkanya kebutuhan pokok itu sendiri.

5. Suku Buka Perbankan Terlalu Tinggi
Perlu anda ketahui bahwa salah satu indikator untuk menentukan baik atau tidaknya kondisi perekonomian di suatu negara adalah suku bunga. Semakin tinggi atau semakin rendahnya suku bunga perbankan di suatu negara, maka akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi di negara tersebut. Nah, untuk suku bunga perbankan di Indonesia masih dinilai terlalu tinggi sehingga masih perlu perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

6. Nilai Inflasi Semakin Tinggi
Selain suku bunga perbankan, satu hal lagi yang juga mempengaruhi kondisi ekonomi di suatu negara adalah nilai inflasi. Di Indonesia, nilai inflasi dinilai nyaris cukup sensitif. Bahkan hanya gara-gara harga sembako dipasaran tinggi, maka nilai inflasi juga terpengaruh. Akibat dari tingginya nilai inflasi di negara kita ini, maka akan bermunculan masalah-masalah ekonomi Indonesia yang lain.

10 Permasalahan Utama Bangsa Indonesia Tahun 2012

Perhelatan panjang hidup manusia selama tahun 2012 kini telah berakhir. Banyak permasalahan pelik dan suka duka seluruh bangsa ini tercoreng dalam catatan buku harian bangsa ini. Baik berupa korupsi, kemiskinan, pengangguran, kelaparan dan lainnya tampak mewarnai kehidupan sehari-hari. Demikian juga krisis politik mungkin dikatakan telah menjadi bagian dari itu semua. Sesaat mulai meninggalkan tanggal 31 Desember 2009 itu adalah nafas terakhir di tahun ini, Bisa dilihat mulai malam itu ketika detik terakhir menjelang pukul 24.00. dengan pesta-pora seluruh masyarakat baik dari berbagai kalangan tumpah ruah untuk merayakan tahun baru. Inikah bangsa indonesia, sebagai bangsa yang selalu lupa akan penderitaan panjang dan tersistem. Seolah ritualitas akhir tahun ini mencairkan permasalahan ekonomi, politis sosial dan budaya bangsa ini.
Di akhir tahun 2012 ini terdapat 10 besar masalah bangsa selama tahun 2012 yang patut direnungkan oleh semua pihak. Perenungan itu ada di dalam diri sendiri  dan di lingkungan keluarga. Adakah masalah tersebut juga ada di dalam lingkup terkecil itu. Bila tidak ada baru bisa melangkah permasalahan ada di lingkungan kita. Bila masalah korupsi, kebihongan dan kekerasan pada lingkungan maka sebaiknya sebelum nya kita wajib introspeksi diri sendiri, sebelum berkoar-koar di luar sana dalam bentuk opni, demonstrasi dan kegiatan hura-hura seremonial lainnya.
Sepuluh  besar permasalahan bangsa ini disusun oleh Koran Anak Indonesia berdasarkan besarnya perhatian masyarakat dan besarnya dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat dan bangsa ini. Besarnya perhatian masyarakat diukur dari kualitas dan kuantitas masalah tersebut diungkapkan oleh media masa cetak atau elektronik dan perbincangan hangat masyarakat dalam kehidupan sehari hari.
10 BESAR PERMASALAHAN BANGSA INDONESIA DI TAHUN 2009 VERSI KORAN ANAK INDONESIA
  1. Korupsi sebagai penyakit bangsa yang belum teratasi
  2. Ketidak Percayaan masyarakat terhadap Lembaga peradilan dan Penegak hukum
  3. Krisis ketidakpercayaan dan demoralisasi pada politikus di DPR
  4. Buruknya sistem birokrasi di pemerintahan mulai dari level paling bawah hingga ke atas
  5. Hancurnya Perekonomian Global yang sedikit berimbas pada perekonomian bangsa
  6. Permasalahan Korupsi Nazarudin dan beberapa elit Partai demokrat
  7. Masalah NARKOBA yang mengancam generasi produktif bangsa ini
  8. Angka Kemiskinan dan pengangguran yang masih besar
  9. Masalah kesejahteraan dan kesehatan yang masih mengancam khususnya HIV AIDS, malnutrisi (kurang gizi) dan kesehatan ibu dan anak
  10. Kekerasan dan pengabaian hak terhadap kaum lemah khususnya anak, perempuan dan kaum miskin
Semoga dengan teridentifikasinya permaslahan besar bangsa ini dapat dijadikan renungan semua pihak bahwa manusia Indonesia harus bersatu padu untuk memperbaiki dan menghadapi masalah itu. Memperbaiki dan mengatasi masalah  besar bangsa itu bukan dengan saling menyalahkan dan jangan mengganggap diri sendiri paling benar dan paling bersih. Introspeksi harus dilakukan pada diri sendiri. Apakah selama ini moral, etika dan etiket yang ada pada diri kita selama ini sudah berjalan sesuai dengan jalan agama dan aturan hukum yang benar.
Semoga masalah bangsa ini dapat terselesaikan dan tidak diperkeruh oleh kepentingan indvidu setiap manusia. Permasalahan bangsa ini sering diperkeruh oleh kepentingan bisnis media masa dalam menyampaikan berita. Kekacauan akan bertambah rumit karena diperburuk oleh kepentingan partai dan individu para politikus dalam berperilaku politik. Seharusnya semua tindak dan pikir yang dilakukan siapapun dalam mengentaskan permasalahan bangsa itu seharus dilakukan sikap iklas  tanpa pamrih demi kebaikan sesama umat manusia di muka bumi Indonesia ini.

sumber :  http://demokrasiindonesia.wordpress.com/2012/07/20/10-permasalahan-utama-bangsa-indonesia-tahun-2012/

Masalah di Indonesia

Indonesia sebagai negara yang baru merdeka 50 tahun masih memiliki banyak masalah-masalah dasar mengenai integritas, pemerintahan, suku-bangsa, agama, dll. Artikel ini membicarakan sebagian masalah-masalah besar yang dihadapi Indonesia.
  • Aceh: merupakan kesultanan sejak beratus tahun sebelum kolonisasi. Pada saat kemerdekaan dia dijanjikan otonomi. Dan sejak itu grup militan memperjuangkannya, terutama GAM. Namun pada 2005 telah disepakati perjanjian damai.
  • Jakarta: Permasalahan etnis, yang pecah pada Mei 1998 yang mengakibatkan ribuan orang meninggal dan pengrusakan komunitas etnis Tionghoa.
  • Kalimantan: Permasalahan transmigrasi pada 1998
  • Bali: Pengeboman oleh para teroris, pada 2002 dan 2005.
  • Maluku: Bentrok antar-agama pada 2001 menyebabkan ratusan kematian
  • Ambon: Bentrok antar-agama sejak 1999 telah menyebabkan ribuan kematian
  • Timor Timur: Peperangan rakyat dengan pemerintah menyebabkan puluhan ribu tewas, yang menuju ke kemerdekaan Timor Timur pada 1999
  • Irian Jaya: Gerakan yang menginginkan kemerdekaan Irian Jaya.

Kamis, 21 Februari 2013

Inilah Faktor yang Membuat Indonesia Terus Terbelit Utang

Tindak pidana korupsi membuat Indonesia belum bisa terbebas dari utang. Padahal negara ini memiliki potensi alam besar sejak lama meski kini juga sudah mulai menipis karena eksplorasi besar-besaran.

Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua, menyatakan utang pemerintah Indonesia terhadap luar negeri pada bulan Juli 2010 saja, mencapai Rp 1.727 triliun.

Dari jumlah itu, nilai bunga yang harus dibayarkan sekitar Rp 100 triliun per tahun. "Negara kita masih bergantung pada utang luar negeri, sehingga hingga bulan Juli 2010, total utang tembus Rp 1.727 triliun," ungkap dia, Kamis (21/2/2013).

Utang itu, lanjut dia, memiliki sebaran jatuh tempo sebesar Rp 518 triliun pada tahun 2011-2015. "Lalu tahun 2016-2020, nilai pembayaran berikutnya Rp 424 triliun, serta Rp 685 triliun dengan jatuh tempo di 2021-2041," rincinya.

Abdullah mengatakan, setiap tahun, nilai bunga yang mesti disetorkan mencapai sekitar Rp 100 triliun. "Pembayaran bunga utang dalam APBN-P 2009 sebesar Rp 109,59 triliun dan Rp 105,7 triliun di tahun 2010," ucapnya.

Dari sisi sumber daya alam, dia menuturkan, minyak bumi diperkirakan akan habis sebelum tahun 2030. Pasalnya 52,5% konsumsi energi masyarakat bergantung pada bahan bakar minyak dan ada 80 juta rakyat Indonesia belum terjamah akses listrik.

Kondisi ini, menurut Abdullah, adalah beberapa dampak negatif dari praktik korupsi di Indonesia. Dia menyebut, indeks korupsi Indonesia berada di level 3,0 atau masih di atas negara Timor Leste sebesar 2,7.

"Indeks korupsi itu masih di bawah Singapura yang ada di level 9,2, Malaysia 4,7 dan Brunei Darussalam dengan indeks 4,5," pungkasnya. (Fik/Nur)

Senin, 11 Februari 2013 Pendapatan VW Setahun Cukup untuk Bayar Utang Indonesia

 Menjadi sebuah perusahaan otomotif raksasa seperti Volkswagen memang dapat mendatangkan untung yang tidak sedikit. Bahkan di tahun 2011 lalu, Volkswagen tercatat telah berhasil meraup penghasilan hingga Rp 1.945 triliun. Cukup untuk membayar total utang Indonesia yang berada di kisaran Rp 1.800 triliun.
Penghasilan yang dibukukan Volkswagen tersebut terhitung naik 25,6 persen dibandingkan pendapatan mereka di 2010 yang ‘hanya’ 126,8 miliar euro atau sekitar Rp 1.549 triliun.

Tingginya pendapatan Volkswagen itu tercatat berkat prestasi mereka ketika memproduksi 8,4 juta mobil di 2011 atau naik 15,5 persen dari tahun sebelumnya.

Laba perusahaan pun tercatat meningkat menjadi 18,9 miliar euro atau sekitar Rp 230,7 triliun di tahun fiskal 2011.

Di tahun 2011 lalu Volkswagen berhasil menjadi produsen mobil terbesar kedua di dunia dengan penjualan 8,4 juta mobil, di bawah General Motors yang berhasil menjual 9.030.000 mobil dan menyingkirkan Toyota ke posisi ketiga dari singgasananya.

Bahkan di tahun 2018 mendatang Volkswagen sudah mengumumkan ambisinya untuk menjadi produsen nomor 1 di dunia.

Grup otomotif yang berasal dari Jerman ini sendiri selain memiliki merek Volkswagen tercatat juga memiliki merek mobil seperti Audi, Bentley, Bugatti, Lamborghini, SEAT serta memiliki saham di Porsche, Skoda dan Scania.
sumber

gokilllllllllllllllll, ga nyangka deh ternyata VW laris bener dipasaran!!!
andai aja VW milik pemerintah indonesia, bakal lunas tuh utang indonesia :nyengir:

Pendapatan VW Setahun Cukup untuk Bayar Utang Indonesia

KORUPSI WISMA ATLET


KORUPSI WISMA ATLET
Mekeng: Ketua Banggarnya Bukan Saya

Sabtu, 7 Januari 2012

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Melchias Markus Mekeng mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam kasus suap Wisma Atlet dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Pengadilan Tipikor, kemarin.

Menurut Mekeng, dirinya ditugaskan dan dilantik sebagai Ketua Banggar sejak 19 Juli 2010, sementara anggaran untuk pembangunan wisma atlet dibahas dalam APBN Perubahan Tahun 2010.

"Jadi saya belum menjadi bagian dari Banggar DPR RI, baik sebagai anggota, maupun Ketua Banggar. Tidak benar kalau Nazaruddin bilang biangnya atau Ketua Besar itu adalah saya," kata Mekeng kepada wartawan, kemarin.

Dia melanjutkan, sesuai dengan siklus pembahasan APBN maka selaku Ketua Badan Anggaran DPR RI dirinya mulai bertugas sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI sejak Juli 2010 dengan memulai Agenda Pembahasan APBN Tahun Anggaran 2011 dan seterusnya hingga saat ini.

Dia menambahkan, bahwa untuk memperjelas masalah suap wisma atlet, dirinyalah yang meminta Nazaruddin untuk menyebutkan nama-nama dari oknum yang terlibat. "Harus dijelaskan secara jelas dan jangan setengah-setengah, Ketua Banggar siapa yang terlibat, jadi tidak menimbulkan persepsi yang mendua," tegasnya.

Dia juga mengungkapkan kronologi arus kebijakan keuangan SEA Games X DPR RI pada tahun anggaran 2010 yaitu sebagai berikut: Masalah pembahasan dan penetapan anggaran pembangunan wisma atlet di Palembang adalah keputusan resmi Komisi X DPR RI. "Kebijakan seputar keuangan SEA Games 2011 memang diputuskan di Komisi X," katanya.

Mekeng melanjutkan, rapat kerja antara Komisi X DPR RI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga pada 20 Januari 2010 menyimpulkan bahwa Komisi X DPR RI dan pemerintah sepakat membentuk Panitia Kerja (Panja) SEA Games dan Para Games 2011.

Panja, tambah dia, diketuai oleh Ketua Komisi X Mahyuddin, anggotanya terdiri dari para Wakil Ketua Komisi X yaitu Rully Chairul Azwar, Heri Akhmadi dan Abdul Hakam Naja.

Selain itu, terkait program dan kegiatan dalam rangka persiapan dan penyelenggaraan kegiatan SEA Games dan Para Games 2011 yang kala itu tinggal 19 bulan lagi, Komisi X DPR RI mendesak Menpora agar memperhatikan kedisiplinan penganggaran.

Menurut dia, soal anggaran SEA Games sendiri setidaknya dimulai sejak Rapat Kerja antara Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan Komisi X DPR RI pada Selasa, 13 April 2010.

Rapat kerja tersebut, menurut Mekeng, bersifat terbuka dengan agenda pembahasan perubahan APBN TA 2010 yang dipimpin oleh Ketua Komisi X DPR RI Mahyuddin serta didampingi pimpinan lain.Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga mengajukan usulan tambahan sebesar Rp 2,125 tiliun.

Mekeng melanjutkan, usulan tersebut di luar pagu yang sudah ada yaitu Rp 350 miliar. Perincian usulan tersebut untuk persiapan SEA Games dan Para Games 2011 Rp 1.000 miliar (Rp 1 triliun) dan lanjutan pembangunan tahap pertama pusat pendidikan dan pelatihan serta sekolah olahraga nasional Bukit Hambalang Bogor sebesar Rp 625 miliar dan untuk kegiatan kepemudaan serta olahraga lainnya Rp 500 miliar.

"Dengan pengajuan usulan tambahan sebesar Rp 2,125 triliun tersebut, Komisi X DPR RI memutuskan akan mempertimbangkan usulan tambahan pagu anggaran APBN-P TA 2010 dengan program prioritas utama pada persiapan SEA Games dan Para Games 2011 dalam rangka renovasi sarana dan prasarana pertandingan dan pembinaan atlet," jelasnya.

Mekeng memberikan penjelasan, usulan tersebut akan diajukan oleh Komisi X DPR RI kepada Badan Anggaran DPR RI. Dalam rapat kerja antara Komisi X DPR RI dengan Menpora pada Kamis, 29 April 2010, Komisi X DPR RI menyampaikan bahwa Komisi X DPR RI hanya dapat memperjuangkan tambahan anggaran sebesar Rp 600 miliar dari usulan Rp 2,125 triliun.

Dengan demikian, total tambahan anggaran untuk Kemenpora pada APBNP-TA 2010 adalah sebesar Rp 350 miliar ditambah Rp 600 miliar sehingga totalnya menjadi Rp 950 miliar. (Kentos)